Kontak Kami (0286) 321345
bag.prokompimwsb@gmail.com Jl. Soekarno-Hatta No. 2-4, Wonosobo

WONOSOBO INVESTMENT BUSSINESS FORUM DORONG MODERNISASI PERTANIAN DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN

WONOSOBO, 9 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Wonosobo Investment Business Forum (WIBF) Tahun 2026 sebagai wadah mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Acara yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) ini dibuka oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Dalam sambutannya, Bupati Afif Nurhidayat menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, petani, UMKM, komunitas, hingga masyarakat. Menurutnya, Wonosobo memiliki potensi besar berupa kekayaan alam, sektor pertanian yang kuat, budaya yang hidup, serta masyarakat yang kreatif dan adaptif. Namun, potensi tersebut harus mampu diolah menjadi nilai tambah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati menyampaikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Wonosobo pada tahun 2027 mengusung tema “Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian untuk Transformasi Pariwisata Berkelanjutan.” Tema tersebut lahir dari kesadaran bahwa sektor pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan rantai pasok lokal yang kuat, khususnya dari sektor pertanian.

Melalui modernisasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong penerapan teknologi dan sistem pertanian yang mampu menghasilkan produk berkualitas serta berproduksi secara konsisten. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sektor perhotelan, restoran, dan kafe di kawasan wisata sepanjang tahun. Selain itu, pola kemitraan berbasis data dan contract farming juga didorong agar petani memiliki akses pasar yang lebih pasti dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar.

Di sisi lain, hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Bupati mencontohkan komoditas kentang Wonosobo yang akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila diolah menjadi produk siap konsumsi dibandingkan dijual dalam bentuk bahan mentah. Upaya ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM, serta menggerakkan perekonomian desa.

Pengembangan sektor pertanian yang terintegrasi dengan pariwisata juga membuka peluang lahirnya berbagai pengalaman wisata berbasis potensi lokal. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga dapat merasakan aktivitas pertanian, mengenal proses produksi kopi, hingga menikmati dan membawa pulang produk unggulan khas daerah seperti Kopi Dieng dan Carica Kejajar.

Untuk mendukung agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen memperkuat berbagai infrastruktur penunjang, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan hasil pertanian seperti cold storage dan gudang beku di sentra produksi. Selain itu, pemerintah juga akan terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha dan UMKM melalui bantuan peralatan produksi, pendampingan sertifikasi, serta penguatan kemitraan antara petani, koperasi, investor, dan sektor hospitality.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah, termasuk para investor yang menunjukkan minat berinvestasi di Kabupaten Wonosobo. Pemerintah berharap berbagai komunikasi dan penjajakan kerja sama yang terbangun melalui forum ini dapat ditindaklanjuti menjadi investasi nyata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui penyelenggaraan WIBF 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan mengedepankan modernisasi pertanian, hilirisasi produk lokal, serta penguatan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Pemerintah berharap forum ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan investasi yang produktif dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Wonosobo.