Kontak Kami (0286) 321345
bag.prokompimwsb@gmail.com Jl. Soekarno-Hatta No. 2-4, Wonosobo

KONSOLIDASI KERTAS HVS, PEMKAB WONOSOBO TARGETKAN EFISIENSI BELANJA 737 JUTA

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memperkuat reformasi tata kelola pengadaan barang dan jasa melalui konsolidasi pengadaan kertas HVS Tahun 2026. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi belanja hingga 737,67 juta rupiah selama periode 2026–2027, sekaligus mendorong terciptanya sistem pengadaan yang lebih transparan, akuntabel, dan kompetitif.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Pengadaan Kertas HVS untuk Katalog Elektronik Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Mangunkusumo, Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Senin (8/6).

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Drs. One Andang Wardoyo, M.Si menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, standar kualitas, dan prinsip akuntabilitas.

Menurutnya, upaya efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah harus diimbangi dengan tata kelola pengadaan yang sehat dan berintegritas. Karena itu, setiap proses pengadaan perlu dilakukan secara objektif, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh penyedia yang memenuhi persyaratan.

"Ke depan tidak bisa lagi kita membeli berdasarkan kedekatan atau nepotisme. Kita harus memastikan proses pengadaan berjalan secara fair dengan memilih penyedia yang benar-benar memenuhi kriteria. Inilah yang perlu kita bangun agar pengadaan tepat sasaran, tertib, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ungkapnya.

Sekretaris Daerah Wonosobo, Andang Wardoyo, mendorong para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kompetensi, melengkapi legalitas usaha, serta menjaga kualitas produk dan layanan. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi modal penting agar penyedia lokal mampu bersaing dan berperan lebih besar dalam pengadaan pemerintah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung integritas dalam setiap tahapan pengadaan. Pasalnya, pengawasan saat ini tidak hanya dilakukan oleh lembaga resmi, tetapi juga oleh masyarakat yang semakin aktif mengawal jalannya pemerintahan.

"Saya berpesan kepada rekan-rekan penyedia maupun pemerintah agar bekerja secara optimal. Jika ada hal yang belum dipahami, jangan ragu untuk berkonsultasi dan mencari informasi yang benar. Mari kita sukseskan pengadaan barang dan jasa secara baik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang clean and good governance," tegas Sekda.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Konsolidasi Pengadaan Alat Tulis Kantor untuk Katalog Elektronik Kabupaten Wonosobo, Drs. Mohamad Kristijadi, M.Si menjelaskan bahwa konsolidasi pengadaan diawali dengan pembentukan tim, koordinasi lintas perangkat daerah, serta market sounding kepada para penyedia guna memastikan proses pemilihan berlangsung secara terbuka, kompetitif, dan akuntabel.

Berdasarkan hasil perhitungan tim, konsolidasi pengadaan kertas HVS berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran sebesar 23,95 persen atau sekitar 737,67 juta rupiah dibandingkan standar harga yang berlaku. Efisiensi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pengadaan secara terintegrasi mampu memberikan nilai manfaat yang lebih optimal bagi keuangan daerah.

Selain mendorong penghematan anggaran, kebijakan ini juga diharapkan memperluas peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah, mempermudah transaksi melalui Katalog Elektronik, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan belanja daerah.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pengadaan yang lebih efektif, efisien, dan berintegritas, sehingga setiap rupiah belanja daerah dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.