Kontak Kami (0286) 321345
bag.prokompimwsb@gmail.com Jl. Soekarno-Hatta No. 2-4, Wonosobo

PENGUATAN KESIAPSIAGAN RELAWAN, PEMKAB WONOSOBO GELAR APEL DAN SIMULASI BENCANA

PENGUATAN KESIAPSIAGAN RELAWAN, PEMKAB WONOSOBO GELAR APEL DAN SIMULASI BENCANA

Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Peningkatan Kapasitas Building Relawan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Se-Kabupaten Wonosobo melalui Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dipusatkan di Desa Gambaran, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi dan kebakaran. Jum’at (19/12).

Apel kesiapsiagaan diikuti oleh kurang lebih sejumlah 200 orang, yang terdiri dari relawan penanggulangan bencana dan kebakaran dari berbagai unsur, termasuk relawan penyandang disabilitas, BPBD Kabupaten Wonosobo, perangkat daerah terkait, TNI, POLRI, serta komunitas relawan desa, kecamatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan mental, meningkatkan keterampilan teknis, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebencanaan.

Dalam amanatnya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyampaikan bahwa secara geografis dan topografis, Kabupaten Wonosobo memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Kondisi wilayah pegunungan serta dinamika cuaca yang semakin ekstrem menuntut kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan terencana.

Bupati Afif menegaskan bahwa relawan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di tingkat tapak.

“Relawan adalah wajah paling nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika bencana terjadi, negara sering kali hadir melalui tangan-tangan relawan yang sigap, ikhlas, dan penuh empati,” tegas Bupati Wonosobo.

Menurut Bupati, apel kesiapsiagaan ini tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan agar mampu bertindak cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan di lapangan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan simulasi penanganan bencana hidrometeorologi, yang meliputi kaji cepat, koordinasi penanganan darurat, serta praktik lapangan. Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di wilayah rawan.

Selain simulasi, kegiatan apel kesiapsiagaan juga dirangkai dengan penyerahan satu unit mobil pemadam kebakaran kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Mobil pemadam kebakaran tersebut memiliki kapasitas tangki air 3.000 liter dengan desain double cabin, dibangun di atas chassis Mitsubishi Canter, serta dilengkapi pompa Maleco 500 GPM yang andal dan aman digunakan dalam kondisi darurat.

Kehadiran armada pemadam kebakaran ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan respons cepat pemerintah daerah dalam penanganan kebakaran dan keadaan darurat lainnya, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Bupati Wonosobo juga mendorong agar kegiatan peningkatan kapasitas relawan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan terukur, sebagai bagian dari sistem penguatan ketangguhan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat membutuhkan peran aktif para relawan. Oleh karena itu, saya berharap relawan terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kompetensi, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan tim dalam setiap tugas,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam mewujudkan Wonosobo yang lebih aman, siaga, dan tangguh menghadapi bencana.