Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
LINDUNGI GENERASI MUDA, PEMKAB WONOSOBO BERANTAS MIRAS
SAMBUTAN
admin 10 Oct 2025
208

LINDUNGI GENERASI MUDA, PEMKAB WONOSOBO BERANTAS MIRAS

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan Polres Wonosobo, Kodim 0707, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar operasi penertiban minuman beralkohol ilegal selama empat hari, mulai Jumat 3 Oktober hingga Kamis 9 Oktober 2025. Hasilnya, sebanyak 1.038 botol minuman beralkohol ilegal berhasil diamankan dari sejumlah tempat hiburan malam, toko, dan kafe di wilayah Kabupaten Wonosobo. Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Drs. One Andang Wardoyo, M.Si memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. disampaikan pada simbolis pemusnahan yang bertempat di Jalan Merdeka, Kawasan Alun-Alun Wonosobo. Jum'at (10/10). “Saya secara pribadi memberikan apresiasi yang luar biasa kepada rekan-rekan Satpol PP, Polres, Kodim, FKUB, dan seluruh pihak yang telah bersinergi melakukan pencegahan terhadap peredaran minuman beralkohol ilegal, terutama demi melindungi generasi muda dari dampak buruk yang ditimbulkannya,” ujar Sekda. Ia menegaskan, operasi serupa perlu terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban masyarakat. “Harapan saya kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan, baik bulan depan maupun minggu depan. Ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam menegakkan perda demi mewujudkan Wonosobo yang lebih baik, tertib, aman dan nyaman,” imbuhnya. Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk menekan peredaran minuman beralkohol ilegal serta zat adiktif lainnya. “Semua ini tentu membutuhkan dukungan dari teman-teman institusi, baik kejaksaan, kepolisian, maupun TNI. Tidak hanya minuman beralkohol, tetapi juga berbagai ancaman lain dari zat adiktif berbahaya,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo, Dudi Wardoyo,.AP.MM menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 21 Tahun 2008 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. “Operasi ini merupakan bagian dari upaya penegakan perda untuk memastikan masyarakat dan pelaku usaha mematuhi aturan terkait penjualan minuman beralkohol,” terang Dudi. “Selain itu, langkah ini juga bertujuan melindungi masyarakat dari dampak negatif konsumsi alkohol, baik terhadap ketertiban umum maupun kesehatan masyarakat.” Dengan hasil operasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kabupaten yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran minuman beralkohol ilegal, sekaligus menjaga masa depan generasi muda dari pengaruh negatif konsumsi alkohol dan zat adiktif lainnya.

BUPATI DORONG PELAKU BATIK WONOSOBO TERUS BERINOVASI DAN BERKOLABORASI
SAMBUTAN
admin 09 Oct 2025
188

BUPATI DORONG PELAKU BATIK WONOSOBO TERUS BERINOVASI DAN BERKOLABORASI

WONOSOBO – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Kluster Batik Wonosobo menggelar kegiatan pameran dan peragaan busana (fashion show) batik khas daerah. Bertempat di Pendopo Bupati Wonosobo, Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi sekaligus momentum memperkuat peran pelaku ekonomi kreatif dalam menjaga serta mengembangkan batik sebagai warisan budaya Wonosobo. Dalam arahannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para pelaku batik serta pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo. Kamis (9/10). “Peringatan Hari Batik Nasional ini menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah untuk memberikan apresiasi atas dedikasi para pengrajin dan pelaku ekonomi kreatif di bidang batik. Selama ini kami terus mendorong ASN untuk menggunakan batik lokal, tidak hanya pada hari kerja, tetapi juga di berbagai kesempatan lainnya,” ujar Bupati Afif. Lebih dari itu, Bupati menegaskan pentingnya pengembangan batik yang selaras dengan karakter Wonosobo sebagai Kota Santri. Ia mendorong pelaku batik untuk berinovasi dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat religius, termasuk di lingkungan pondok pesantren. “Saya berharap para pelaku dapat mengembangkan produk seperti sarung batik khas Wonosobo dengan harga yang terjangkau. Hal ini bisa menjadi alternatif produk unggulan yang mencerminkan kearifan lokal sekaligus memperluas pasar batik Wonosobo,” imbuhnya. Bupati Afif juga menilai, pameran batik kali ini menampilkan karya yang variatif dan mencerminkan karakter masing-masing pengrajin. Ia menekankan agar para pelaku batik terus meningkatkan kapasitas, belajar, dan berinovasi agar Batik Wonosobo mampu bersaing dengan produk luar daerah. “Kita tidak boleh puas hanya sampai di titik ini saja. Kompetitor kita adalah produk-produk dari luar Wonosobo. Karena itu, pelaku batik harus terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kualitas agar Batik Wonosobo semakin dikenal luas dan dapat naik kelas,” tegas Bupati. Sementara itu, Ketua Kluster Batik Wonosobo, Zain Arrafiq, bersama Wakil Ketua Lilis Handayani, yang juga merupakan pelaku Batik Dala Dewangga dan Batik Hyangnagari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Bagian Perekonomian dan DEKRANASDA. “Sejak terbentuknya kluster, kami berkomitmen untuk terus mengenalkan dan menggali potensi batik khas Wonosobo. Ada sebanyak 17 pelaku UMKM atau kelompok batik turut berpartisipasi. Kami berharap rekan-rekan yang belum tergabung dapat ikut bergabung agar bersama-sama membangun batik Wonosobo yang lebih berdaya dan berkelanjutan,” ungkap Zain Arrafiq. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keunikan Batik Wonosobo terletak pada penggalian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Motif-motif yang dikembangkan terinspirasi dari potensi khas daerah seperti carica, lengger, bundengan, kuda kepang, pariwisata, serta flora dan fauna yang khas Wonosobo. Selain mengangkat kekayaan lokal, pengembangan batik Wonosobo juga diarahkan untuk lebih ramah lingkungan, di antaranya melalui inovasi teknik ecoprint dan pemanfaatan pewarna alami (indigo). “Ke depan, tantangan kami adalah menghasilkan motif yang semakin berkualitas agar Kluster Batik ASRI dapat terus eksis dan berkembang. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menguri-uri budaya dan memperkuat identitas daerah melalui batik,” tambah Lilis Handayani. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap Batik Wonosobo semakin dikenal masyarakat luas, menjadi simbol kebanggaan daerah, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Apel Kamis Rutin Mingguan ASN
SAMBUTAN
admin 09 Oct 2025
171

Apel Kamis Rutin Mingguan ASN

Hari ini, 9 Oktober, pada kesempatan apel pagi yang baik ini, kita kembali merayakan pengakuan dunia atas Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO (2009) yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Ini bukan sekadar seremoni, tapi pengingat akan jati diri bangsa yang terukir dalam setiap goresan malam. Dalam arahannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat berpesan kepada seluruh ASN, BUMN, dan BUMD, untuk senantiasa menjadi teladan dalam mencintai produk daerah. "Ayo bersama-sama dorong agar Batik Wonosobo menjadi ikon kebanggaan daerah dan sumber kesejahteraan ekonomi kreatif lokal. Budaya adalah kekuatan kita," ungkapnya. ​ ​Terus berkarya, berinovasi, dan jaga warisan yang tak lekang oleh waktu ini!

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.