Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Informasi Berkala

Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo

Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo Ribuan Pramuka Ma’arif NU Ikuti Perbhasama III di Wonosobo
/ 14

Panca

Dipublikasikan 03 September 2026

9 Dilihat

WONOSOBO — Sebanyak 3.164 Pramuka mengikuti Perkemahan Bhakti dan Giat Prestasi Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Perbhasama) III Kabupaten Wonosobo di Bumi Perkemahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo Kamis-Sabtu (3-5/9/2026).


Kegiatan yang diikuti Pramuka Penggalang dan Penegak dari sekolah dan madrasah di lingkungan LP Ma’arif PCNU Wonosobo tersebut mengusung tema “Pramuka Aswaja Bersinergi Mewujudkan Generasi Mandiri, Tangguh dan Berprestasi.”


Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.


“Pengetahuan semakin mudah diperoleh, tetapi kemampuan menyaring informasi, membangun karakter, menghargai orang lain, dan mengambil keputusan dengan tanggung jawab tetap harus dilatih,” kata Amir saat membuka Perbhasama III.


Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui pengalaman langsung dalam kegiatan kepramukaan. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, olahraga, seni budaya, hingga giat prestasi dan kegiatan bhakti kepada masyarakat serta lingkungan.


“Ketika berkompetisi, mereka belajar tentang sportivitas. Ketika bekerja dalam regu, mereka belajar bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemampuan sendiri. Dan ketika membantu masyarakat atau merawat lingkungan, mereka belajar tentang bhakti dan pengabdian,” ujarnya.


Amir menambahkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo memandang pembinaan generasi muda sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Namun, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan peran sekolah, keluarga, organisasi, lingkungan, dan keteladanan.


“Hari ini kita tidak sedang berbicara tentang masa depan yang jauh. Kita sedang menyiapkan orang-orang yang kelak akan mengisi masa depan Wonosobo,” katanya.


Dalam Perbhasama III, panitia menyiapkan sekitar 15 kegiatan, antara lain Olimpiade, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Sako Ma’arif NU, roket air, scouting skill, PBB, pionering, pentas budaya, serta berbagai kegiatan keagamaan dan olahraga.