Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Informasi Berkala

Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng

Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng Penyerahan Bantuan Secara Simbolis bagi Warga terdampak Kebakaran di Tieng
/ 14

Panca

Dipublikasikan 21 September 2026

6 Dilihat

Sepekan lebih setelah kebakaran melanda Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memberikan perhatian dan dukungan kepada warga yang terdampak.


Kebakaran yang terjadi pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 08.30 WIB tersebut mengakibatkan 11 rumah terbakar habis, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, serta berdampak pada 16 KK atau 49 jiwa, dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,7 miliar.


Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan empati dan keprihatinan kepada warga sekaligus memastikan proses pemulihan terus mendapat dukungan.


Secara simbolis, bantuan diserahkan dari PMI Rp20 juta, BAZNAS Rp20 juta, KORPRI Rp15 juta, dan CSR Bank Jateng Rp80 juta, dengan total Rp135 juta.


Selain bantuan uang, dukungan juga diberikan dalam bentuk semen, seng, perlengkapan bangunan, logistik, kebutuhan sehari-hari, dan berbagai bantuan lainnya. Dukungan tersebut juga datang dari relawan, komunitas, serta masyarakat yang bergerak bersama membantu warga terdampak.


“Musibah ini memang telah berlalu, tetapi perhatian kita kepada warga tidak boleh berhenti. Pemerintah hadir bersama masyarakat dan berbagai pihak untuk membantu proses pemulihan, agar warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.”


Bupati menegaskan, semangat gotong royong dan kepedulian bersama menjadi kekuatan penting dalam membantu warga bangkit setelah musibah.


Dari Tieng, kita belajar bahwa ketika musibah datang, kepedulian tidak mengenal batas. Wonosobo hadir, bergerak, dan bangkit bersama.