LIRBOYO XIX HADIR DI WONOSOBO, WABUP SOROTI PERAN STRATEGIS PONPES
WONOSOBO - Sebagai langkah memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus mendorong pemerataan layanan pendidikan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein turut meresmikan Pondok Pesantren Lirboyo XIX Cabang Wonosobo di Dusun Grenjeng, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek. Senin (4/5).
Peresmian cabang pesantren besar ini menandai penguatan peran daerah dalam mendukung pendidikan berbasis keagamaan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga berakhlak. Ini penting sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman,” kata Wabup Amir Husein dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan keagamaan sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia yang tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga spiritual.
Amir Husein menambahkan, kehadiran Ponpes Lirboyo XIX di Wonosobo diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Ke depan, jelas harapan kami pesantren ini mampu melahirkan santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola pesantren yang profesional dan terbuka terhadap perkembangan, sehingga mampu menjaga kualitas pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pesantren harus terus berkembang, tetapi tetap berpijak pada tradisi dan nilai luhur yang menjadi kekuatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Madrasah Ponpes Lirboyo XIX Wonosobo, Agus H. Dahlan Ridlwan, menyebut pendirian cabang ini merupakan respons atas keterbatasan kuota di wilayah sebelumnya, sekaligus upaya ekspansi layanan pendidikan ke wilayah yang masih membutuhkan.
“Ini bagian dari pemerataan. Wilayah sebelumnya sudah penuh, sehingga kami kembangkan ke Jawa Tengah selatan agar akses pendidikan lebih merata,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesantren ini diproyeksikan tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 13 guru bantu disiapkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan administrasi, sekaligus terlibat dalam penguatan TPQ di desa sekitar melalui pendekatan jemput bola.
Dari sisi infrastruktur, ruang kelas dan asrama telah tersedia dengan kapasitas memadai. Pada tahap awal, kegiatan belajar difokuskan untuk santri kelas 3 dan 4, dengan target kualitas lulusan yang setara dengan pondok pusat Lirboyo di Kediri.
Kehadiran Ponpes Lirboyo XIX Cabang Wonosobo diharapkan menjadi simpul baru penguatan pendidikan keagamaan, sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
© Hak Cipta 2022. Diskominfo Kab. Wonosobo oleh Isa Maulana Tantra