Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Informasi Berkala

APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT

APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT APEL SIAGA KARHUTLA, BUPATI WONOSOBO TEKANKAN PENCEGAHAN DAN RESPONS CEPAT
/ 15

Panca

Dipublikasikan 05 August 2026

49 Dilihat

WONOSOBO"Kesiapsiagaan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan." Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat saat menghadiri Apel Gelar Pasukan, Sarana dan Prasarana dalam Rangka Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) yang diselenggarakan Polres Wonosobo di halaman Mapolres Wonosobo, Rabu (5/8/2026).


Apel yang diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Disperkimhub, PMI, Basarnas, Perhutani, dan berbagai mitra kebencanaan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Menurut Bupati, pengalaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing beberapa tahun lalu menjadi evaluasi penting untuk memperkuat sistem penanganan KARHUTLA di Kabupaten Wonosobo.

"Pengalaman kebakaran di Gunung Sumbing menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Sinergi Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Perhutani, dan seluruh mitra selama ini sudah berjalan baik, tetapi harus terus kita tingkatkan agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini," kata Bupati.

Salah satu langkah yang kini didorong pemerintah daerah adalah memperkuat relawan kebencanaan hingga tingkat desa. Menurut Bupati, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan perlu dibekali pelatihan agar dapat membantu penanganan secara aman ketika terjadi kebakaran.

"Jangan sampai masyarakat memiliki semangat membantu, tetapi justru menjadi korban karena belum memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan. Karenanya, relawan di tingkat desa perlu terus kita siapkan dan perkuat," ujarnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan koordinasi lintas sektor saat menangani kebakaran di wilayah Sapuran beberapa waktu lalu. Berkat komunikasi yang cepat antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

"Peristiwa di Sapuran menunjukkan bahwa komunikasi dan sinergi yang baik mampu mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Semangat kolaborasi seperti ini harus terus kita pelihara," imbuhnya.


Dalam arahannya juga, Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengelola jalur pendakian, pelaku wisata alam, dan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia meminta setiap potensi kebakaran segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin.

"Mari kita jaga bersama kawasan hutan Wonosobo. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena KARHUTLA jauh lebih baik dicegah daripada ditangani setelah terjadi," tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Wonosobo beserta seluruh unsur yang terlibat dalam kesiapsiagaan KARHUTLA. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, BPBD, perangkat daerah, Basarnas, PMI, Perhutani, relawan, dan masyarakat menjadi modal utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.

Ia memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana telah dipersiapkan untuk menghadapi musim kemarau, seraya berharap seluruh ikhtiar tersebut mampu meminimalkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Wonosobo.