Kontak Kami (0286) 321345
bag.prokompimwsb@gmail.com Jl. Soekarno-Hatta No. 2-4, Wonosobo

Sosialisasi Dana Bersama Penanggulangan Bencana

Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. beserta jajaran pimpinan daerah di wilayah Jawa Tengah melakukan penanaman bibit pohon pada puncak acara yang berlangsung di Camp Swiss Van Java, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, (21/11/25).

Total sebanyak 68.250 bibit ditanam sebagai langkah jangka panjang dalam penanganan DAS kritis wilayah hulu di Provinsi Jawa Tengah. Sebaran wilayah penanaman bibit pohon berada di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia ini menjadi puncak seremonial penanaman 100.000 bibit pohon secara serentak di empat provinsi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten). Khusus di Jawa Tengah, sebanyak 68.250 bibit pohon ditanam di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, dengan titik pusat acara di Wonosobo.

Wakil Bupati Wonosobo menyambut hangat kunjungan Kepala BNPB dan rombongan. Ia menyebut Wonosobo sebagai wilayah hulu DAS Serayu memiliki peran strategis dalam pemulihan ekologi Jawa Tengah bagian tengah hingga barat daya.

“Penanaman vegetasi hari ini adalah langkah penting memperkuat tanah hulu, menjaga tata air, serta mengurangi risiko banjir dan longsor. Kami siap berkolaborasi penuh dalam program pooling fund bencana dan rehabilitasi lingkungan,” ujar Amir Husein.

Sementara itu Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa hingga November 2025, Indonesia telah mengalami lebih dari 3.000 kejadian bencana, dimana sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang dipicu kerusakan lingkungan serta hutan gundul.

Lebih lanjut Kepala BNPB Suharyanto juga mengatakan, penanaman pohon ini menggabungkan vegetasi bernilai ekologis dan ekonomis. Manfaatnya diharapkan akan sangat besar, tidak hanya dalam konteks mitigasi dan pelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat setempat.