Kontak Kami (0286) 321345
bag.prokompimwsb@gmail.com Jl. Soekarno-Hatta No. 2-4, Wonosobo

HARI BHAKTI PU KE-80, PEMKAB WONOSOBO PERKUAT KEAMANAN BANGUNAN PESANTREN

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo meluncurkan Program Layanan Sertifikasi Keandalan Bangunan Pesantren (YASSIN) pada Apel Luar Biasa Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80, di Halaman Kantor DPUPR Wonosobo, Rabu (3/12/2025). Program ini merupakan upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kelayakan bangunan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag didampingi Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhakti PU menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk menghadirkan layanan infrastruktur yang berkeadilan dan berorientasi pada keselamatan publik.

“Program sertifikasi ini merupakan bagian dari langkah antisipasi dan mitigasi agar para santri dapat belajar dan tinggal di lingkungan yang aman, sesuai standar keandalan bangunan,” ujar Bupati.

Program YASSIN dikembangkan melalui kolaborasi antara DPUPR, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, UNSIQ, dan Kantor Kementerian Agama. Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Daerah memastikan tersedianya fasilitasi teknis, pendampingan, serta edukasi bagi pengelola pesantren terkait standar keandalan bangunan.

Bupati menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat infrastruktur layanan dasar dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi para santri.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PUPR atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas layanan infrastruktur di tengah tantangan geografis dan kebijakan efisiensi anggaran. Ia menilai upaya tersebut telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Infrastruktur adalah wajah pelayanan publik dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah. Masyarakat menaruh banyak harapan pada kinerja DPUPR. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran untuk terus menjunjung integritas, profesionalitas, inovasi, serta kemampuan adaptasi dalam setiap tugas,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, ST, MT. melaporkan bahwa DPUPR bersama Kantor Kementerian Agama telah melaksanakan assessment cepat terhadap sejumlah bangunan pesantren. Berdasarkan hasil identifikasi, satu bangunan dinyatakan tidak layak digunakan karena tidak memenuhi persyaratan keselamatan konstruksi dan telah berusia lebih dari 30 tahun.

“Rekomendasi tersebut telah kami sampaikan kepada pengelola pesantren dan ditindaklanjuti dengan baik. Secara umum, mayoritas bangunan pesantren di Wonosobo masih memenuhi persyaratan dasar. Namun secara teknis, evaluasi lebih mendalam tetap akan kami lakukan dengan dukungan akademisi dari UNSIQ, yang kami libatkan sebagai relawan sekaligus mitra transfer knowledge dari pengalaman teknis yang dimiliki DPUPR,” jelasnya.

Kegiatan peringatan Hari Bhakti PU ke-80 disertai dengan penandatanganan kerja sama layanan sertifikasi keandalan bangunan pesantren sebagai bentuk komitmen berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo, UNSIQ, Kementerian Agama dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Wonosobo dalam menjamin keselamatan bangunan pendidikan keagamaan.