Kontak Kami (0286) 321345
bag.prokompimwsb@gmail.com Jl. Soekarno-Hatta No. 2-4, Wonosobo

BUPATI WONOSOBO DORONG PENGUATAN KEPERCAYAAN ASN TERHADAP PENGELOLAAN ZAKAT BAZNAS

Wonosobo – Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat menegaskan pentingnya kepercayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonosobo. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pentasharufan zakat, infak, dan sedekah ASN, sebagai bentuk pertanggungjawaban BAZNAS kepada masyarakat yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Menurut Bupati Afif, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat menjadi kunci utama dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan para ASN sebagai muzakki.

“Pentasharufan zakat dan infak dari para ASN yang dikelola melalui Baznas ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Baznas kepada masyarakat, khususnya kepada ASN yang selama ini tertib berzakat. Harapannya, kepercayaan ini akan semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, kepercayaan tersebut sangat penting karena kebutuhan masyarakat yang harus dibantu masih sangat besar, dan tidak seluruhnya dapat ditangani oleh pemerintah daerah tanpa dukungan lembaga zakat.

“Tanpa peran BAZNAS, tentu kita tidak bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Wonosobo. Karena itu, kepercayaan ASN untuk menyalurkan zakat melalui Baznas harus terus dijaga dan diperkuat,” tegasnya.

Bupati Afif juga menyinggung berbagai musibah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, seperti kebakaran rumah, tanah longsor, banjir, serta kondisi kemiskinan permanen akibat keterbatasan ekonomi, yang membutuhkan penanganan cepat.

“Ketika terjadi musibah, Baznas hadir sebagai solusi yang cepat dan tepat. Inilah peran strategis Baznas dalam membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo, Priyo Purwanto, menjelaskan bahwa pada pentasharufan kali ini terdapat lima program utama yang disalurkan kepada para mustahik, dengan total nilai bantuan mencapai sekitar kurang lebih 3,5 miliar rupiah.

“Program tersebut meliputi Wonosobo Makmur untuk 218 mustahik, Wonosobo Peduli untuk 71 mustahik, Wonosobo Cerdas untuk 2.143 mustahik, perbantuan pentasharufan melalui UPZ, serta Wonosobo Sehat untuk 285 mustahik, terutama bagi penderita TBC termasuk penanganan RTLH TBC,” jelas Priyo.

Priyo juga mengungkapkan bahwa Baznas RI telah mengakomodir usulan dari Kabupaten Wonosobo berupa 25 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2025, yang saat ini telah siap untuk ditindaklanjuti sesuai arahan, termasuk pembukaan rekening penerima manfaat.

“Dengan dukungan penuh dari Bupati Wonosobo, kami berharap potensi penyaluran zakat di Wonosobo akan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Baznas, dan para ASN, diharapkan pengelolaan zakat dapat semakin optimal sebagai instrumen penguatan kesejahteraan sosial dan percepatan penanganan masalah kemiskinan di Kabupaten Wonosobo.